sipakah aku dan siapa mereka
Dengar, dengarkanlah wahai saudaraku semua, tidakkah kau mendengar jeritan dan tangisan saudaramu yang ada dipalestina sana, jika kau mendengar akan itu adakah kau peduli dengannya?, adakah kau kasihan akan itu?, jika kau peduli akan itu adakah kau membantu mereka dengan kemampuanmu?, adakah kau ringankan beban mereka dengan segenap kemampuanmu?, jika kau kasihan dengan mereka adakah kau menangis juga dengannya ataukah kau ekspresikan sedihmu itu dengan menertawai mereka?, jika kau hanya bisa menangis mereka maka celakalah kau dan jika kau hanya bisa menertawai mereka maka kau lebih celaka lagi, maka dari itu wahai saudaraku yang ada dimanapun anda menangislah kau dengan segenap hatimu dan sertailah dengan do'amu yang ikhlas kepada ALLAH swt karena mudah-mudahan do'a yang kau ucapkan itu bisa meringankan penderitaan mereka disana, dan alangkahlebih baiknya jika kau tolongi mereka dengan do'a dan segenap usaha yang kau punya, karena jika kau pergunakan tenagamu untuk mencari keridhoan ALLAH swt niscaya itu lebih baik bagimu, untuk duniamu seta akhiratmu utamanya।Wahai saudaraku yang ada dimanapun juga adakah kau tahu bahwa tangisan saudaramu yang ada disana juga merupakan tangisan malaikatmu yang ada pada jiwa dirimu dan adakah kau tahu bahwa jeritan saudaramu yang ada disana juga merupakan jaritan hati kecilmu yang selama ini tiada kau ketahui, wahai saudaraku ketahuilah bahwa kita ini merupakan makhluk yang seharusnya dan semestinya menyayangi dunia karena kita adalah kholifah yang diciptakanNya namun adakah kau bisa mencintai semua dunia ini sedangkan dirimu saja tidak bisa kau sayangi, ketahuilah bahwa mereka yang menderita disana adalah perwakilan dari dirimu yang belum sanggup menentang syetan-syetan seperti mereka. Sekarang wahai saudaraku kita senang dengan kemanisan islam yang suci adakah kau pernah berfikir tentang prjuangan orang yang mempertaruhkan jiwa, harta, bahkan jiwa dan nyawanya demi ketetapan berdirinya islam saat ini?, wahai saudaraku adakah kau rasakan keadilan islam nan indah itu?, namun wahai saudaraku adakah kau berikan juga keadilan itu pada saudaramu yang telah berjuang demi khttp://start.ubuntu.com/8.10/etetapan kesucian agamamu ini?, adakah kau berikan sedikit kasih sayangmu buat mereka yang ada disana?, wahai saudaraku tenangkan dirimu luruskan niatmu ikhlaskan hatimu tegarkan jiwamu hadapilah syetan-syetan dunia ini dengan ketangkasan jiwa ragamu!. Wahai saudaraku sekalian adakah kau ingat bahwa hidup ini merupakan sebuah perjuangan, namun adakah kau tahu bahwa membantu mereka mengusir syetan-syetan lebih merupakan perjuangan, dan lebih perjuangan lagi jika kau menghancurkan benteng-benteng kesombonganmu untuk bisa membantu perjuangan mereka disana, ketahuilah bahwa perjuangan yang besar akan menghasilkan untung yang besar juga, dan tahukah kau bahwa sebesar-besarnya untung yang ada adalah syorga ALLAH swt yang kekal untuk selamanya, dan ketahuilah bahwa syahid merupakan sebuah jaln untuk menuju keuntungan itu!. Hari-hari ini merupakan hari-hari yang sangat menyedihkan bagi saudara kita dipalestina sana, namun walau begitu jua hari ini merupakan hari yang baik bagi para pejuang-pejuang mujahid islam karena hari ini merupakan hari prjuangan keabadian islam dan hari ini merupakan hari-hari menuju jalan kesyorga bagi mereka. Wahai saudaraku sekalian adakah kau tahu cita-citamu?, adakah kau tahu apa yang sebenarnya kau inginkan dari hidup ini?, apa sebetulnya yang sangat berharga dari hidupmu ini?etahuilah wahai saudaraku sekalian bahwa cita-cita tertinggi ummat islam adalah syahid!. Wahai saudaraku sekalian jika kau seorang yang tidak tahu dengan syetan-syetan duniamaka perlu kau ketahui bahwa inilah kisah hidup mereka: penamaan Bani Israel dengan kaum “Ibrani” karena peristiwa penyeberangan Ibrahim a.s. melintasi sungai Eufrat. Pendapat ini diperkuat dengan apa yang termaktub di dalam Kitab Joshua: “Demikianlah Tuhan Israel berfirman tentang penyeberangan sungai itu, di mana leluhur kalian tinggal sejak dahulu kala, dan bapak Ibrahim dan bapak Nahur, menyembah tuhan-tuhan lain. Maka Aku bawa Ibrahim menyeberangi sungai itu dan berjalan di tanah Kana'an.” 14) Majalah al-'Arabi Kuwait memuat sebuah artikel yang ditulis oleh Pendeta Ishak Salka dengan judul Ma'nâ at-Tasmiyât li asy-Syu'ub as-Sâmiyah ats-Tsalâtsah al-Kubrà” (Arti Nama-nama Tiga Bangsa Semit Besar). Dalam tulisannya tersebut ia mengatakan, “Nama tersebut (Ibrani) tidak muncul kecuali setelah Ibrahim a.s. menyeberangi sungai Eufrat.” 15) Pendapat ini adalah pendapat yang paling mendekati kebenaran daripada pendapat-pendapat lainnya. Sedangkan sebutan “Orang-orang Israel (Isra'iliyyIn)” atau “Bani Israel” adalah sebutan yang dinisbatkan kepada bapak mereka, Israel, yakni Yakub ibn Ishak ibn Ibrahim a.s. Israel adalah kalimat yang terdiri dan dua kata: isra, yang artinya hamba atau teman dekat, dan el, yang artinya Tuhan. Maka arti Israel adalah hamba Tuhan atau teman dekat Tuhan. Dan dalam kebanyakan bahasa Semit, bukan hanya dalam bahasa Ibrani, kata El selalu bermakna Tuhan' 16) Yakub a.s. memiliki dua belas anak laki-laki. Al-Quran menyebut kisah Yakub dan anak-anaknya ini di berbagai tempat, di antaranya di dalam surah Al-Baqarah ayat 133: “Adakah kalian hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya, ‘Apa yang kalian sembah sepeninggalku?' Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” Sedangkan penamaan mereka dengan “Yahudi” muncul di saat mereka bertobat dan menyembah anak sapi. Mereka berkata, “Sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau.” (QS. A1-A'râf: 156) Artinya, kami bertobat dan kami kembali kepada-Mu. Menurut sebuah riwayat, mereka dinamakan Yahudi kareiia mereka bergerak-gerak (yatahawwad) ketika membaca Taurat. Menurut riwayat lain, mereka dinamakan Yahudi karena dinisbatkan kepada Yehuda, anak keempat Yakub a.s., yang nama aslinya adalah Yehuza, pemimpin bagi sebelas anak Yakub lainnya. Beberapa ilmuan membenarkan pendapat mi.' 17) Dr. Jawwad Ali mengatakan, “Istilah ‘Yahudi' lebih luas maknanya daripada istilah ‘Ibrani' dan ‘Bani Israel'. Hal ini karena istilah ‘Yahudi', selain disematkan kepada kaum Ibrani, juga disematkan kepada orang-orang non-Ibrani yang memeluk agama Yahudi.” 18) Sedangkan mengenai asal usul Yahudi, mereka termasuk bangsa Semit. Beberapa pemerhati bahasa-bahasa Timur Dekat menemukan beberapa kesamaan yang jelas antara mereka dan bangsa-bangsa Semit lainnya, seperti Babilon, Assyria, Kana'an, Aram, Habasyah, Nabath, Arab dan lain sebagainya. 19) Mereka berasal dari Ibrahim a.s., yang memiliki kedudukan istimewa bagi tiga agama besar dunia: Yahudi, Nasrani dan Islam. Ibrahim a.s. adalah salah seorang nabi agung dalam sejarah manusia, karena ia berjuang mengajak kepada tauhid dan akidah ketuhanan. Seluruh hidupnya adalah serial pengorbanan dan keikhlasan di jalan Tuhannya. Jika kita perhatikan ayat-ayat al-Quran, kita akan menemukan di sana beberapa peristiwa besar perjuangan Ibrahim dalam merealisasikan akidah di tengah-tengah kaumnya, yang dilakukan dengan segenap keberanian, didasarkan pada argumentasi rasional dan penuh pengorbanan. Al-Quran seolah meminta kita untuk sejenak memperhatikan beberapa. sifat Ibrahim a.s. Allah berfirman, “Sesungguhnya Ibahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan.” (QS. An-Nahl: 120) Ia sendiri adalah “umat” yang memiliki semua sifat mulia dan luhur. Al-Quran juga mengatakan Ibrahim sebagai, “Patuh kepada Allah.” (QS. An-Nahi: 120) Yakni seorang yang khusyu, berserah diri, taat dan mencintai Allah Tuhan semesta. Allah juga mengakatakan Ibrahim dengan, “Hanif (cenderung kepada kebaikan). Dan sekali-kali dia bukan termasuk orang-orang yang mensekutukan (Tuhan).” (QS. AnNahl: 120) Yakni seorang yang mengesakan Allah dan ikhlas kepada-Nya. Allah juga mengatakannya dengan, “(Lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah.” (QS. An-Nahl: 121) Yakni seorang yang selalu bersyukur atas nikmat dan karunia Allah. Allah juga mengatakannya dengan sifat agung yang dimiliki setiap nabi, “Ceritakanlah (hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam al-Kitab (al-Qur'an) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang nabi.” (QS. Maryam: 41) Sebuah penegasan tentang kejujuran dan kedalaman perkataannya. Allah juga mengatakannya dengan sifat yang paling baik di antara sifat-sifat lain, sebuah sifat yang dibutuhkan setiap manusia dan saudaranya, manusia lain, yakni sifat amanah. Allah berfirman, “Dan Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji.” (QS. An-Najm: 37) Yakni seorang yang amanah, menunaikan segala perintah Tuhannya dan taat pada setiap nilai dan keimanan. Oleh karena itu, nabi yang mulia mi berhak menyandang karunia Allah berikut: “Allah telah memilihnya dan menunjukkan kepadanya jalan yang lurus.” (QS. An-Nahi: 121)

0 komentar:
Posting Komentar